Indgold.id – Harga emas (XAU/USD) memperpanjang tren kenaikan pada Jumat (27/9), menembus kisaran $3.720–$3.760 seiring melemahnya Dolar AS setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tidak ada kejutan baru. Pada saat berita ini di tulis, XAU/USD di perdagangkan di sekitar $3.780, hanya sedikit di bawah rekor sepanjang masa $3.791 yang tercatat awal pekan. Dengan performa tersebut, emas berada di jalur kenaikan mingguan keenam berturut-turut, di dorong oleh meningkatnya permintaan safe-haven akibat ketegangan perdagangan dan risiko geopolitik yang berlanjut.
Inflasi PCE dan Sikap Federal Reserve
Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti—indikator inflasi utama pilihan The Fed—naik 0,2% MoM pada Agustus, sesuai proyeksi dan lebih rendah dari laporan Juli yang direvisi ke 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti tetap bertahan di 2,9%, menunjukkan tren pelemahan namun tetap di atas target 2% The Fed.
Sementara itu, PCE headline naik 0,3% MoM, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya (0,2%), dengan laju tahunan naik menjadi 2,7%. Rangkaian data ini menegaskan inflasi mereda secara perlahan, memberi ruang bagi The Fed untuk berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya.

Pernyataan Pejabat The Fed dan Data Ekonomi
Pekan ini, pejabat The Fed menekankan perlunya kehati-hatian setelah pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu lalu. Beberapa pejabat, seperti Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, menyuarakan kekhawatiran terhadap pelonggaran yang terlalu cepat. Di sisi lain, Gubernur Michelle Bowman mengingatkan bahwa pasar tenaga kerja semakin rapuh. Perbedaan pandangan ini menyoroti debat internal terkait arah kebijakan moneter berikutnya.
Data ekonomi AS juga memperkuat ketidakpastian. PDB kuartal II direvisi naik menjadi 3,8% dari 3,3%, sementara klaim tunjangan pengangguran turun ke 218.000. Pesanan barang tahan lama melonjak 2,9% di Agustus, menandakan permintaan tetap solid. Kombinasi data ini memperumit ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Faktor Eksternal: Tarif Baru dan Geopolitik
Selain kebijakan moneter, sentimen pasar di pengaruhi kebijakan perdagangan dan geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru mulai Oktober: 100% pada obat bermerek impor, 50% pada lemari dapur dan perlengkapan kamar mandi, 30% pada furnitur berlapis, dan 25% pada truk berat.
Dari sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah laporan bahwa diplomat Eropa memperingatkan Moskow mengenai kemungkinan tindakan militer jika pelanggaran ruang udara NATO berlanjut. Situasi ini menambah dukungan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Prospek Teknis XAU/USD
Secara teknikal, XAU/USD berhasil menembus area konsolidasi pada grafik 4 jam, dengan target kenaikan mendekati $3.791. Support terdekat kini berada di $3.760, di susul level psikologis $3.720 yang di perkuat oleh SMA 21-periode di sekitar $3.755.
Jika harga menembus di bawah $3.750, koreksi menuju $3.720 bahkan $3.700 bisa terjadi. Sebaliknya, penembusan jelas di atas $3.791 akan membuka jalan menuju wilayah baru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) di level 66 menandakan momentum bullish masih dominan meski ruang koreksi tetap terbuka.
-1758896852388-1758896852390.png)
Emas terus mendapat dukungan dari pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, serta spekulasi arah kebijakan The Fed. Selama support kunci bertahan, tren bullish berpotensi berlanjut dengan peluang emas menembus rekor baru di atas $3.800.






