Indgold.id – Harga emas berhasil bangkit pada Jumat setelah mengalami beberapa sesi penurunan beruntun. Logam mulia ini naik lebih dari 0,69%, meski Dolar AS tetap menunjukkan kekuatan di pasar global. Aksi beli muncul di area terendah mingguan sekitar $3.630, yang kemudian mendorong XAU/USD menuju $3.670 pada sesi perdagangan Amerika Utara.
Pemulihan Emas Pasca Pemangkasan Suku Bunga Fed
Kenaikan harga emas terjadi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberi sinyal kemungkinan dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir tahun. Meski begitu, pernyataan Ketua Fed Jerome Powell bernuansa hawkish karena menyebut langkah tersebut sebagai “pemotongan berbasis manajemen risiko” dan enggan menyebut inflasi saat ini hanya bersifat sementara.
Prospek emas tetap solid, mengingat logam mulia biasanya unggul dalam kondisi suku bunga rendah.
Perdagangan Emas Global: AS Turun, Asia Bangkit
Ekspor emas Swiss ke Amerika Serikat pada Agustus merosot hingga 99% setelah otoritas AS mengumumkan rencana pengenaan tarif impor batangan. Namun, Gedung Putih kemudian menarik kebijakan tersebut, dan pengecualian resmi berlaku mulai awal September.
Di sisi lain, permintaan dari Asia meningkat signifikan. Tiongkok tercatat mengimpor emas dari Swiss tiga kali lipat lebih banyak dibanding bulan sebelumnya, mencapai 35 ton—tertinggi sejak Mei 2024. India juga menunjukkan peningkatan pembelian emas.

Faktor Harian Penggerak Pasar
-
Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,26% ke level 97,61.
-
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertambah 2,5 basis poin menjadi 4,137%, sementara imbal hasil riil naik hampir 3 basis poin ke 1,757%.
-
Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mendukung pemangkasan suku bunga terbaru, dengan alasan meningkatnya risiko terhadap ketenagakerjaan. Namun, ia menegaskan pemotongan tambahan sebaiknya di tunda jika pasar tenaga kerja membaik dan inflasi kembali naik.
-
Gubernur Fed Stephen Miran mengungkapkan bahwa ia sebenarnya menginginkan pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin dan menilai suku bunga sebaiknya tidak jauh dari level netral saat ini. Ia berjanji akan memaparkan pandangan barunya awal pekan depan.
Ke depan, pasar akan menantikan rilis data ekonomi penting AS, termasuk S&P Global Flash PMI, pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran, PDB, serta indikator inflasi favorit Fed, yakni Core PCE. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan memberikan pernyataan publik. Saat ini, probabilitas pasar menunjukkan 91% peluang adanya pemangkasan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin pada rapat 29 Oktober.
Tinjauan Teknis XAU/USD
Secara teknikal, tren kenaikan emas tetap terjaga setelah menembus kembali ke atas $3.670. Arah pergerakan berikutnya berpotensi menguji rekor tertinggi di $3.703. Indikator RSI yang memantul dari level jenuh beli menandakan momentum bullish sedang terkumpul.
Level resistance terdekat berada di $3.750 dan $3.800. Sebaliknya, penurunan di bawah $3.650 bisa membuka jalan menuju area $3.613—terendah pada 11 September—dan bahkan $3.600.







