Beranda / INDONESIA GOLD / Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800

Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800

Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800
  • Harga emas terus menguat seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap sikap dovish The Fed, meskipun data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja masih rapuh dan sentimen konsumen AS beragam.
  • Indeks inflasi PCE inti tetap bertahan di bawah level 3%, memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter hingga pertemuan akhir tahun.
  • Pelaku pasar kini menantikan serangkaian rilis data penting dari Amerika Serikat, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP) dan PMI Manufaktur ISM, yang akan menjadi petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800

Indgold.id – Harga emas kembali menguat pada sesi perdagangan Amerika Utara hari Jumat (27/9), mencatat kenaikan 0,60% setelah laporan inflasi terbaru Amerika Serikat mempertahankan ekspektasi dovish dari Federal Reserve (The Fed). Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di level $3.774 per troy ons setelah sempat rebound dari terendah harian di $3.734.

Harga Emas Naik Usai Data Inflasi PCE AS

Kenaikan emas terjadi setelah data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti, indikator inflasi favorit The Fed, dirilis sesuai dengan perkiraan pasar. Angka PCE inti tetap berada di bawah ambang batas 3% pada Februari lalu, sehingga memperkuat peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Meski biaya hidup di AS masih menunjukkan tren naik, ekspektasi inflasi yang lebih jinak memberi ruang bagi emas untuk reli lebih lanjut. Sentimen positif semakin kuat setelah survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan menunjukkan penurunan pada bulan September. Konsumen Amerika mulai melihat harga-harga perlahan menurun, meski kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja masih cukup tinggi.

Sikap Pejabat The Fed dan Dampaknya pada Pasar

Komentar dari pejabat The Fed turut mendukung kenaikan harga emas. Gubernur Michelle Bowman menilai pasar tenaga kerja kini lebih rapuh, sementara inflasi non-energi dan non-pangan sudah tidak jauh dari target 2%. Di sisi lain, Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, menyebut konsumsi masyarakat, baik berpenghasilan rendah maupun tinggi, masih cukup kuat.

Kombinasi faktor ini memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan melanjutkan sikap dovish-nya. Berdasarkan alat FedWatch CME, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas 88% untuk penurunan suku bunga pada Oktober, serta peluang 65% untuk pemangkasan lanjutan di Desember 2025.

Faktor Geopolitik: Tarif Baru dari AS

Selain faktor makroekonomi, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga menjadi sorotan. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini memberlakukan tarif impor baru:

  • 100% untuk produk farmasi
  • 50% untuk lemari dapur dan perlengkapan vanity kamar mandi
  • 40% untuk furnitur berlapis
  • 25% untuk truk berat

Langkah ini berpotensi memicu ketidakpastian global yang biasanya menguntungkan aset safe haven seperti emas.

Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800

Data Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan Minggu Depan

Pelaku pasar akan menantikan sejumlah rilis data penting dari AS, termasuk:

  • Laporan Perubahan Ketenagakerjaan Nasional ADP
  • PMI Manufaktur ISM
  • Klaim Tunjangan Pengangguran Awal
  • Nonfarm Payrolls (NFP) September

Selain itu, jadwal pidato pejabat The Fed juga akan menjadi fokus pasar dalam menilai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Penggerak Pasar: Dolar AS Melemah, Yield Obligasi Naik

Harga emas mampu bertahan naik meski imbal hasil obligasi AS meningkat. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 4,187%, sementara imbal hasil riil AS melonjak ke 1,807%.

Di sisi lain, pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,27% ke level 98,18 turut mendukung reli emas, karena logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Prospek Teknis XAU/USD: Target $3.800 Semakin Dekat

Secara teknikal, tren bullish emas masih dominan. Harga berhasil menembus level psikologis $3.750 dan kini mengincar rekor tertinggi sepanjang masa di $3.791, dengan potensi uji resistance psikologis berikutnya di $3.800.

  • Resistance utama: $3.791 – $3.800
  • Support terdekat: $3.750, kemudian $3.700
  • Support lanjutan: Simple Moving Average (SMA) 20-hari di $3.648

Indikator Relative Strength Index (RSI) tetap berada di zona jenuh beli (70–80), namun momentum beli masih kuat sehingga peluang koreksi terbatas.

Harga Emas Hari Ini Naik ke $3.774: Data PCE dan Prospek Dovish The Fed Dorong Emas Dekati Rekor Tertinggi $3.800

Harga emas terus menunjukkan kekuatan seiring melemahnya dolar AS, data inflasi yang jinak, serta prospek penurunan suku bunga The Fed. Jika momentum ini berlanjut, emas berpotensi menembus level psikologis $3.800 dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu mewaspadai data ketenagakerjaan AS pekan depan yang dapat mengubah arah pasar.

Dengan latar belakang fundamental yang mendukung dan tren teknikal yang bullish. Emas masih menjadi salah satu aset lindung nilai favorit investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *