Indgold.id – Harga emas di India tercatat menguat pada Senin (23/9), menurut data yang dihimpun oleh FXStreet.
| Satuan ukuran | Harga Emas dalam INR |
|---|---|
| 1 gram | 10.470,47 |
| 10 gram | 104.704,70 |
| Tola | 122.125,50 |
| Troy Ons | 325.668,60 |
Sentimen Global Dorong Penguatan Emas
Kenaikan emas di pasar domestik selaras dengan tren global, di mana harga emas internasional tetap kokoh mendekati $3.700, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Faktor utama yang mendukung harga logam mulia antara lain:
-
Sinyal dovish dari Federal Reserve (The Fed).
-
Bank sentral AS pekan lalu memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali sejak Desember.
-
The Fed juga membuka peluang dua kali penurunan lagi tahun ini, di tengah melemahnya pasar tenaga kerja.
-
Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan langkah ini sebagai “manajemen risiko” dan menekankan pendekatan pertemuan demi pertemuan. Sikap hati-hati ini sempat mengangkat Dolar AS ke level tertinggi lebih dari sepekan.
-
-
Ekspektasi pasar lebih agresif.
-
Banyak pelaku pasar percaya suku bunga akan turun lebih cepat dari perkiraan The Fed.
-
Kini mereka bertaruh bahwa suku bunga jangka pendek (4,00%-4,25%) dapat turun di bawah 3% pada akhir 2026.
-
Optimisme ini mendorong bursa saham mencetak rekor baru, meski membatasi reli emas sebagai aset safe haven.
-
-
Ketegangan geopolitik.
-
NATO mencegat tiga jet tempur MiG-31 Rusia di wilayah udara Estonia, meningkatkan kekhawatiran keamanan Eropa.
-
Mahkamah Agung AS juga akan menggelar sidang 5 November terkait legalitas tarif global era Trump, yang menambah ketidakpastian pasar.
-
Perkembangan ini mendukung status emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
-

Prospek Jangka Pendek
Tidak ada data ekonomi utama dari AS yang dijadwalkan hari ini. Namun, pidato beberapa anggota FOMC, termasuk Jerome Powell, berpotensi memengaruhi arah Dolar AS dan membuka peluang perdagangan jangka pendek untuk pasangan XAU/USD.






