Beranda / INDONESIA GOLD / Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Harian, Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS

Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Harian, Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS

Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Harian, Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS

Indgold.id – Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi harian di $3.761 per troy ounce pada Kamis (25/9), namun kembali memangkas kenaikan setelah rilis laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan sinyal kekuatan ekonomi. Data tersebut memicu keraguan pasar terhadap prospek penurunan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve (The Fed). Saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di $3.733, melemah tipis 0,05%.

Data Ekonomi AS Beri Tekanan pada Emas

  • Klaim Pengangguran: Klaim Tunjangan Pengangguran Awal untuk pekan yang berakhir 20 September tercatat 218 ribu, lebih rendah dari perkiraan 235 ribu dan menurun dari minggu sebelumnya di 232 ribu. Klaim lanjutan juga turun tipis dari 1,928 juta menjadi 1,926 juta.

  • Pertumbuhan PDB: Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II 2025 naik signifikan ke 3,8% (YoY), melampaui ekspektasi 3,3% dan menjadi pertumbuhan tercepat dalam dua tahun terakhir.

  • Pesanan Barang Tahan Lama: Agustus mencatat lonjakan 2,9%, berbanding terbalik dengan kontraksi -2,7% pada Juli dan jauh di atas ekspektasi -0,5%.

Kuatnya data ekonomi AS tersebut menunjukkan pondasi fundamental yang solid, sehingga menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif oleh The Fed. Menurut data Prime Market Terminal, peluang penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 19 Oktober turun menjadi 85%, dari sebelumnya 94%.

Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Harian, Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS

Sentimen Pasar: The Fed Masih Terbelah

Pernyataan terbaru pejabat Federal Reserve menunjukkan pandangan yang beragam:

  • Dovish: Gubernur Fed Stephen Miran dan Michelle Bowman menilai pasar tenaga kerja masih “rapuh,” sehingga mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

  • Hawkish: Kansas City Fed Jeffrey Schmid menyebut kebijakan saat ini sudah cukup ketat, sementara Chicago Fed Austan Goolsbee menyoroti risiko inflasi yang berpotensi bertahan tinggi.

Perbedaan pandangan ini membuat pasar semakin menunggu data inflasi Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) Inti dan Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) yang akan dirilis Jumat.

Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury Menguat

  • Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,72% ke level 98,55, menandakan pulihnya permintaan terhadap mata uang Greenback.

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 4,187%.

  • Imbal hasil riil (dihitung dengan mengurangi ekspektasi inflasi dari imbal hasil nominal) melonjak hampir 4 bp ke 1,803%, memberi tekanan tambahan pada harga emas.

Prospek Teknis XAU/USD

Secara teknikal, harga emas masih bergerak bullish dalam jangka panjang. Namun, tekanan jual jangka pendek semakin terasa:

  • Support utama: Jika emas gagal bertahan di atas $3.750, peluang untuk menguji level $3.700 terbuka lebar, dengan potensi lanjutan ke $3.650.

  • Resistance kunci: Jika berhasil menembus $3.750, target berikutnya adalah rekor tertinggi sepanjang masa di $3.791.

Harga emas saat ini berada di fase konsolidasi setelah reli kuat ke atas $3.700. Fokus investor kini tertuju pada data inflasi PCE Inti yang akan di rilis Jumat. Hasil data ini berpotensi menjadi penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya dan akan sangat memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, emas berisiko tertekan lebih lanjut. Namun, jika inflasi melemah, harga emas berpotensi kembali menguat menuju level tertinggi sepanjang masa.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *